Persyaratan IPK CPNS 2019 Apakah Memberatkan Calon Pelamar?

CPNSNews.com ~ Persyaratan IPK CPNS 2019 | Setelah kepastian tanggal pendaftaran CPNS 2019 keluar, semua orang bertanya syarat apa saja yang diperlukan bagi calon pelamar CPNS, dan dari semua syarat yang cukup menarik perhatian adalah persyaratan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) CPNS 2019.

Benarkah syarat CPNS bahwa IPK dibatasi atau ada ketentuan minimal, disini kita akan bahas itu lebih lanjut.

Peluang CPNS yang dibuka tahun ini cukup besar dengan porsinya hanya untuk pelamar umum walaupun sebelumnya wacana pemerintah adalah penerimaan PPPK juga, namun karena ada perubahan terkait dengan kesanggupan daerah membayar lulusan PPPK maka di 11 November 2019 nanti hanya akan ada penerimaan CPNS Pelamar Umum.



Dalam rilis resmi Menpan melalui websitenya dinyatakan bahwa jumlah formasi CPNS saat ini yang dibuka 152.250 formasi CPNS tahun 2019 dengan pembagian porsi untuk instansi pusat sebanyak 37.425 formasi dan daerah sebanyak 114.825 formasi.


Jumlah formasi besar sepintas akan memberi peluang besar, apalagi bukaan itu sudah lama dinantikan. Namun pada kenyataannya bukaan CPNS menjadi lowongan paling digemari dan diminati saat penerimaan CPNS itu berlangsung.

Ini berdampak pada persaingan yang sangat ketat, oleh karena itu pemerintah tentu saja menyiapkan semua standar kompetensi yang cukup tinggi agar memang memperoleh calon pegawai yang berkualitas.

Sejalan dengan itulah timbul pertanyaan mengenai Persyaratan IPK CPNS 2019, yang oleh sebagian orang memberatkan karena keinginan untuk bisa ikut serta dalam even nasional tes CPNS ini harus terhalang oleh IPK.

Dan kini yang menjadi pertanyaan besarnya adalah apakah benar pemerintah menetapkan Persyaratan IPK CPNS 2019 tersebut?

Jika belajar dari tahun lalu memang benar ada persyaratan yang demikian yakni hanya calon peserta yang IPK sesuai persyaratan yang bisa ikut mendaftar dalam tes seleksi CPNS 2019.

Didalam persyaratan umum tertera :
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK): lulusan perguruan tinggi negeri minimal 2,75 dan lulusan perguruan tinggi swasta minimal 3,00.

Oh ya itu adalah persyaratan CPNS tahun lalu, tidak dengan tahun 2019 karena belum ada rilis resmi, dan teka-teki itu terjawab nanti saat pengumuman formasi CPNS di 11 November 2019.

Untuk jumlah formasi akan dibuka di 68 kementerian/lembaga dan 462 pemerintah daerah (pemda). Namun Pemkab Bangli secara resmi mengundurkan diri sehingga menjadi 461 pemda.

Dalam beberapa tahun terakhir sistem seleksi CPNS dilaksanakan untuk merekrut calon pegawai yang memang berkompetensi tinggi sehingga mampu menjalankan tugasnya di masa dengan tantang besar seperti saat ini dimana perubahan sistem informasi sangat cepat.

"Membangun profesionalisme birokrasi, termasuk penerimaan CPNS yang pelaksanaannya dilakukan secara profesional," jelas Menteri Tjahjo saat konferensi pers, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu (30/10).

Dengan tujuan besar itu harus juga diiringi dengan komitmen pelaksanaan, salah satunya dengan memberikan persyaratan CPNS yang sangat ketat, untuk itu calon peserta agar bisa memakluminya.

Apakah Persyaratan IPK CPNS 2019 itu Memberatkan Calon Pelamar?

Jawabannya tentu saja bisa iya bagi sebagian orang yang tak punya kesempatan ikut dalam seleksi namun juga tidak memberatkan bagi sebagian lainnya sebab dengan begitu berarti berkurang juga pesaing tes, karena faktor terbesar penentu keluusan CPNS disamping memiliki kompetensi yang baik juga sedikit beruntung, tidak heran jika orang pintar kalah dengan yang beruntung.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan rekrutmen CPNS menggunakan sistem yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN.

Menteri Tjahjo mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, mulai tahun 2019 fokus pemerintah adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM). Maka, prioritas rekrutmen CPNS kali ini untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis atau profesional lainnya. Rekrutmen tahun ini mengutamakan prinsip zero growth, yakni menggantikan jumlah PNS yang pensiun, dikecualikan bagi tenaga pendidikan dan kesehatan.

Para calon pelamar diharapkan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang berkaitan dengan proses penerimaan CPNS. “Perlu kami informasikan bahwa tidak ada satu orang atau pihak manapun yang dapat membantu kelulusan,” tegas Menteri Tjahjo.

Sementara itu, Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja menerangkan penetapan formasi berdasarkan pada analisis jabatan dan analisis beban kerja. Total kebutuhan ASN sebanyak 197.111 formasi terdiri dari instansi pusat 37.854 formasi dan daerah 159.257 pemda. “Merujuk dari data e-formasi, formasi CPNS yang ditetapkan sebanyak 152.250 formasi,” jelasnya.

Lanjutnya dikatakan, jenis formasi yang dibuka tahun ini terdiri dari formasi umum dan formasi khusus. Untuk formasi khusus antara lain cumlaude, diaspora, putra/i Papua dan Papua Barat, disabilitas, serta formasi lainnya yang bersifat strategis.

Pada bidang pendidikan, formasi yang disiapkan sebanyak 65.397, dan bidang kesehatan sebanyak 34.038 formasi. Sedangkan untuk jabatan fungsional, disiapkan formasi sebanyak 31.912. Sementara pelaksana teknis, dibuka 20.903 formasi. "Jadi pengadaan ASN harus sejalan dengan pembangunan nasional, pembangunan daerah dan potensi daerah. Inilah yang dimaksud dengan keahlian atau jabatan teknis berkeahlian yang spesifik," ungkap Setiawan.

Rencananya pendaftaran dimulai tanggal 11 November 2019 secara online melalui sscasn.bkn.go.id. Perlu diingat, peserta hanya bisa mendaftar pada satu instansi dan satu formasi jabatan di kementerian/lembaga/pemda.

Untuk tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) direncanakan pada awal Februari 2020, dan dilanjutkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di awal Maret 2020. Pengumuman kelulusan dilakukan pada April 2020. Seperti tahun sebelumnya, SKD menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk mencegah adanya kecurangan.

Terkait keamanan soal-soal SKD, Setiawan menegaskan bank soal dienkripsi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Ketika soal itu hendak digunakan, yang memegang kuncinya adalah Kementerian PANRB, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Mereka tidak boleh sembarangan membuka dan harus sesuai prosedur," tegasnya.

Tahun ini, penyusunan soal dilakukan dengan melibatkan konsorsium 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Setiap tahun kita ada update soal tersebut," pungkas Setiawan.

Rekrutmen dan seleksi CPNS 2019 diselenggarakan oleh tim panselnas 2019 yang terdiri dari Menteri PANRB sebagai ketua tim pengarah, tim pengawas diketuai oleh BPKP, tim audit teknologi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), tim pengamanan teknologi oleh BSSN, tim quality assurance oleh Kementerian PANRB dan akademisi, konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) oleh Kemendikbud serta tim pelaksana yang diketuai oleh Kepala BKN.
Ayo kunjungi sscnbkn.win

Subscribe untuk berlanggganan info terbaru :

1 Response to "Persyaratan IPK CPNS 2019 Apakah Memberatkan Calon Pelamar?"

  1. Saya mohon nilai IPK CPNS 2019 tidak ada batas kriterianya. Terima kash

    BalasHapus